Rabu, September 13, 2017

Sevel tutup !, Berita bisnis yang cukup mengejutkan, betapa tidak, jaringan usaha minimarket modern yang sempat booming tahun 2014 tiba2 menyatakan diri tutup dan tidak beroperasi dan ini berlaku nasional diseluruh jaringan gerai yang mereka miliki di Indonesia. Artinya konsumen minimarket modern yang menjadi pelopor konsep tempat nongkrong dengan fasilitas wi fi gratis ini tidak lagi bisa dinikmati oleh pelangan setianya. Tetapi apakah ini benar tanda retail turun? Mengutip data treding economic sebenarnya potensi retail indonesia masih sangat bagus, bahkan masih bisa tumbuh meskipun angkanya cukup kecil 

retail

Pada medio 2014 anak-anak muda ibukota akrab dengan kalimat "ketemu di sevel yuk" toko modern ini menjadi alternatif nongkrong murah untuk anak-anak muda Jakarta, hanya dengan segelas kopi dan beberapa cemilan mereka bisa datang ramai-ramai dan nongkrong sepuasnya. Para pencari wifi gratis pun tak jarang berlama2 di sevel hanya dengan melakukan pembelajaan kecil. 

kabar lain adalah turunya laba Indomaret, kondisi ini kemudian memicu opini bahwa daya beli turun, apakah demikian? tentu hal ini masih harus perlu di cermati. Pemerintah menyatakan bahawa daya beli tidak turun, tetapi beberapa pengamata ekonomi menyebut jika bisnis retail terancam karena daya beli tidak naik alias stagnan bahkan turun. Saya mencoba menelusuri beberapa pendapat pelaku usaha retail salah satunya adalah web rak gondola yang menjual berbagai kebutuhan retail. Pengalaman mereka selama tahun 2016 terjadi kenaikan justru di wilayah timur sedangakna jawa memang cukup stagnan, artinya sangat mungkin pertumbuhan ekonomi indonesia bergeser ke wilayah Timur Indonesia 


Publicado por rakindo @ 8:18
Comentarios (0)  | Enviar
Comentarios